CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Sunday, March 14, 2010

MANGKUK YANG CANTIK

Rasulullah s.a.w dengan sahabat-sahabatnya Abu Bakar r.a, Umar r.a, Utshman r.a. dan Ali r.a. bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. isterinya Sayidatina Fatimah r.ha. putri Rasulullah s.a.w. menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan didalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut didalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah s.a.w kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut, mangkuk yang cantik, madu dan sehelai rambut.

Abu Bakar berkata, "Iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut."

Umar r.a. berkata, "Kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerentah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut."

Utshman r.a. berkata, "Ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut."

Ali r.a. berkata, "Tetamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tetamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tetamu senang sampai kembali pulang ke rumah adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut."

Fatimah r.ha berkata, "Seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang berpurda itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali mahramnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut."

Rasulullah s.a.w berkata maksudnya, "Seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik, beramal dengan amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut."

Malaikat Jibril a.s berkata maksudnya, "Menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri, harta dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir ayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut."

Allah s.w.t. berfirman maksudnya, "Syurga-Ku itu cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat Syurga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju Syurga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut."

1 comments:

ARISTIONO NUGROHO said...

Hi friend, peace...
Your blog very interesting.
If you willing visit my blog, and read my article at http://sosiologidakwah.blogspot.com
And... if you love books, don’t forget to read The Holy Qur'an please...
The Holy Qur’an (112:1-4) had stated, that God is Allah, the One and Only. Allah is God, on whom all depend. Allah begets not, and nor begotten; and none is like Allah.